Public Health Nurse dan Social Worker yang Menjadi Inspirasi Perawat di Dunia Islam

Published 21 June 2015 by rizkymaudinaa

119

Apakah kamu tahu kawan sejak kapan profesi keperawatan mulai muncul?

kartun muslimah 7

Keperawatan sudah ada sejak adanya kehidupan manusia, artinya keperawatan ada sejak manusia ada di muka bumi. Awalnya keperawatan bukanlah suatu profesi melainkan aktivitas yang dilakukan oleh manusia karena adanya kepedulian terhadap orang lain, kepedulian terhadap orang lain, dan kepedulian untuk membantu orang yang tidak mampu atas dasar naruli yang dimiliki. Sehingga, keperawatan merupakan suatu tindakan yang sifatnya naruliah. Naruliah sendiri berarti suatu kemampuan alamiah yang dimiliki manusia sesuai dengan fitrah mereka karena setiap manusia memiliki perasaan.

Pengaruh perkembangan agama islam terhadap perkembangan keperawatan tidak terlepas dari keberhasilan Nabi Muhammad SAW menyebarkan agama islam ke berbagai pelosok negara. Pada zaman ini, jazirah Arab berkembang pesat ilmu pengetahuan seperti ilmu pasti, ilmu kimia, higiene, dan obat-obatan. Hal ini yang menyebabkan keperawatan semakin berkembang. Prinsip dasar keperawatan seperti pentingnya menjaga kebersihan diri (personal higiene), kebersihan makanan, air dan lingkungan juga tak lupu berkembang dengan pesat. Tokoh keperawatan yang terkenal dari dunia Arab pada masa ini adalah Rufaidah.

Rufaidah binti Sa ad Radhiallahu Anha

rufaidah

Beliau adalah perawat muslim yang sangat terkenal di zaman rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan termasuk perawat profesional pertama di masa sejarah islam. Rufaidah merupakan wanita berhati mulia yang bernama lengkap Rudafaidah binti Sa’ad Bani Aslam Al-Kharaj. Beliau lahir di Yastrib dan tinggal di Madinah pada tahun 570 Masehi dan wafat pada tahun 632 Masehi. Rufaidah termasuk kaum Anshar, yaitu golongan yang pertama kali menganut islam di Madinah. Rufaidah mempelajari ilmu keperawatan saat ia bekerja membantu ayahnya yang berprofesi seorang dokter. Ketika kota Madinah sedang berkembang, beliau mengabdikan diri merawat kaum muslimin yang sakit. Pada saat tidak terjadi peperangan, Rufaidah membangun tenda di luar Masjid Nabawi untuk merawat kaum muslim dan pada saat perang Badar, Uhud, Khandaq, dan perang Kaibar, Rufaidah dengan ikhlas merawat korban terluka akibat perang tersebut. Beliau juga mendirikan rumah sakit lapangan, sehingga Rasulullah memerintahkan korban yang terluka akibat perang tersebut untuk dirawat oleh Rufaidah.

iranjihad1

121

Rufaidah juga melatih beberapa kelompok wanita untuk menjadikan mereka sebagai perawat, dan saat perang Khaibar beliau meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk ikut di garis belakang pertempuran agar bisa merawat para mujahid yang terluka akibat perang. Tugas ini digambarkan sebagai tugas mulia oleh Rufaidah, dan merupakan pengakuan awal untuk pekerjaannya di bidang keperawatan dan medis. Rufaidah terkenal sebagai perawat teladan, baik, seorang pemimpin, organisatoris, mampu memobilisasi, dan memotivasi orang lain. Beliau juga digambarkan memiliki kepribadian yang luhur dan empati sehingga mampu  memberikan pelayanan keperawatan yang baik. Beliau tidak hanya melaksanakan peran perawat dalam aspek klinikal semata, tetapi juga melaksanakan peran komunitas dan memecahkan masalah sosial yang dapat mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit. Kontribusi Rufaidah tidak hanya merawat mereka yang terluka akibat perang. Rufaidah juga memberikan perhatian besar kepada setiap muslim miskin, anak yatim, atau penderita cacat mentalRufaidah juga digambarkan sebagai pemimpin dan pencetus Sekolah Keperawatan pertama di dunia islam, meskipun lokasinya tidak dapat dilaporkan (Jan, 1996), dia juga merupakan penyokong advokasi pencegahan penyakit (preventif care) dan menyebarkan pentingnya penyuluhan kesehatan (health education).

Sejarah islam juga mencatat beberapa nama yang bekerja bersama Rufaidah seperti: Ummu Amara, Aminah, Ummu Ayman, Safiyat, Ummu Sulaiman, dan Hindun. Adapun beberapa wanita muslim yang dikenal sebagai perawat adalah: Ku’ayibat, Aminah Binti Abi Qays Al Ghifari, Ummu Atiyah Al Ansariyat dan Nursaibat binti Al Maziniyat. Literatur lain menyebutkan beberapa nama yang terkenal menjadi perawat saat masa Nabi Muhammad SAW saat perang dan damai adalah: Rufaidah binti Sa’ad Al Aslamiyyat, Aminah binti Qays Al Ghifariyat, Ummu Atiyah Al Anasaiyat, Nusaibat binti Ka’ab Al Amziniyat, Zainab dari kaum Bani Awad yang ahli dalam penyakit dan bedah mata.

$_35

SUMBER :

Bahraen, d. (2013). Majalah kesehatan Muslim, edisi I tahun I. In Tenaga Kesehatan di Zaman Nabi dan Sahabat (p. 51). Yogyakarta: Pustaka Muslim.

Sejarah Keperawatan Islam

Published 21 June 2015 by rizkymaudinaa

camel-caravan-in-the-desert-ralph-a-ledergerber-caravan-camels-desert-desert-camels-caravan-silhouette-nature_large

1.Masa penyebaran Islam/ The Islamic Period (570 – 632 M)
Dokumen tentang keperawatan sebelum-islam (pre-islamic period) sebelum 570 M sangat sedikit ditemukan. Perkembangan keperawatan di masa ini, sejalan dengan perang kaum muslimin/jihad (holy wars), memberikan gambaran tentang keperawatan dimasa ini. Sistem kedokteran masa lalu yang lebih menjelaskan pengobatan dilakukan oleh dokter ke rumah pasien dengan memberikan resep, lebih dominan. Hanya sedikit sekali lilature tentang perawat, namun dalam periode ini dikenal seorang perawat yang bersama Nabi Muhammad SAW telah melakukan peran keperawatan yaitu Rufaidah binti Sa’ad/Rufaidah Al-Asamiya (Tumulty 2001, Al Osimy, 1994) 2)

2.Masa Setelah Nabi/Post –Prophetic Era (632 – 1000 M)
Sejarah tentang keperawatan setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW jarang sekali (Al Simy, 1994). Dokumen yang ada lebih didominasi oleh kedokteran dimasa itu. Dr Al-Razi yang digambarkan sebagai seorang pendidik, dan menjadi pedoman yang juga menyediakan pelayanan keperawatan. Dia menulis dua karangan tentang “The Reason Why Some Persons and the Common People Leave a Physician Even if He Is Clever” dan “A Clever Physician Does Not Have the Power to Heal All Diseases, for That is Not Within the Realm of Possibility.” Di masa ini ada perawat diberi nama “Al Asiyah” dari kata Aasa yang berarti mengobati luka, dengan tugas utama memberikan makanan, memberikan obat, dan rehidrasi.

Al Razi

3.Masa Late to Middle Ages (1000 – 1500 M)
Dimasa ini negara-negara Arab membangun RS dengan baik, dan mengenalkan perawatan orang sakit. Ada gambaran unik di RS yang tersebar dalam peradaban Islam dan banyak dianut RS modern saat ini hingga sekarang, yaitu pemisahan antara ruang pasien laki-laki dan wanita, serta perawat wanita merawat pasien wanita dan perawat laki-laki, hanya merawat pasien laki-laki (Donahue, 1985, Al Osimy, 2004) 2).

4.Masa Modern (1500 – sekarang) Early Leaders in Nursing’s Development

Masa ini ditandai dengan banyaknya ekspatriat asing (perawat asing dari Eropa, Amerika dan Australia, India, Philipina) yang masuk dan bekerja di RS di negara-negara Timur Tengah. Bahkan dokumen tentang keperawatan di Arab, sampai tahun 1950 jarang sekali, namun di tahun 1890 seorang misionaris Amerika, dokter dan perawat dari Amerika telah masuk Bahrain dan Riyadh untuk merawat Raja Saudi King Saud. (Amreding, 2003) 2). Dimasa ini ada seorang perawat Timur Tengah bernama Lutfiyyah Al-Khateeb, seorang perawat bidan Saudi pertama yang mendapatkan Diploma Keperawatan di Kairo dan kembali ke negaranya, dan di tahun 1960 dia membangun Institusi Keperawatan di Arab Saudi.

book-444811_1280
SUMBER:
Husin, Ma’rifin. 2001. Keperawatan Islam. Jakarta: UMJ Press

Kusnanto, S. M. (2003). Pengantar Profesi dan Praktik Keperawatan Profesional. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Keperawatan Religion

Bahagia itu sederhana

Metode Pengobatan Menurut Rasullulah

Allah SWT menurunkan penyakit beserta obatnya

keperawatan religion annisa aulia suci

”Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari suatu ilmu. Niscaya Allah memudahkannya ke jalan menuju surga”. (HR. Turmudzi)

KEPERAWATAN RELIGION ASTI

Peran Perawat Dalam Bimbingan Ibadah Pasien

Religion Nursing

Asri Nurkarimah

Keperawatan Religion Tia Imtihana

The Future Islamic Nurse

keperawatan religion tita

Did you say alhamdulillah today?

SEJARAH KEPERAWATAN ISLAM

بِسْـــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Religion in Nursing

"Engkaulah(Allah Swt) pemberi kesembuhan, yang tidak ada yang dapat menyembuhkan kecuali dengan penyembuhan engkau, satu penyembuhan yang tidak diiringi oleh kesakitan -HR. bukhari muslim"

KEPERAWATAN RELIGION WINDI DWIREXSI

Program Keluarga Berencana Menurut Hukum Islam

Keperawatan Religion Diana Dwi

Semua Penyakit Pasti Ada Obatnya

Keperawatan Religion Agung

Bimbingan Sakaratul Maut bagi Klien Muslim

keperawatanreligionapiphamjah

Kesempatan Tidak Datang Dua Kali